Breaking News

Home / Pidie Jaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:41 WIB

Sawah Tertimbun Lumpur di Pidie Jaya Disulap Jadi Sentral Hortikultura

PIDIE JAYA – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menggandeng Bank Indonesia untuk mengubah lahan sawah yang rusak dan tertimbun lumpur akibat banjir bandang serta longsor menjadi sentra hortikultura produktif. Program ini merupakan upaya mempercepat pemulihan ekonomi petani pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, Muhammad Nur, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, agar lahan yang tidak lagi layak ditanami padi tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang bernilai ekonomi.

Menurut Muhammad Nur, lahan sawah yang terdampak banjir sementara dialihkan menjadi areal budidaya bawang merah, cabai, dan jagung. Ketiga komoditas itu dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani.

“Atas arahan Bupati Pidie Jaya, kami bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memanfaatkan lahan sawah yang rusak berat akibat banjir. Lahan ini sementara dialihkan menjadi areal penanaman cabai, bawang merah, dan jagung agar tetap memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya saat meninjau persiapan lahan di Kecamatan Meurah Dua.

Baca Juga:  Tandem Solid PLN-Polres Pidie Jaya Amankan Aset Vital Listrik

Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang mulai dikembangkan berada di lahan milik Kelompok Tani Makmu Beurata di Kecamatan Meurah Dua. Sekitar satu hektare lahan telah selesai dipersiapkan dan dijadwalkan mulai ditanami bawang merah dalam beberapa hari ke depan.

“Alhamdulillah, persiapan lahan sudah selesai. Insya Allah dalam beberapa hari ke depan penanaman bawang merah akan dimulai di lahan seluas kurang lebih satu hektare,” kata Muhammad Nur.

Selain mempersiapkan penanaman baru, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama Bank Indonesia juga dijadwalkan melaksanakan panen bawang merah pada 7 Juli 2026 di Desa Meunasah Teugoh, Kecamatan Meurah Dua. Lahan tersebut sebelumnya merupakan sawah yang rusak berat akibat banjir bandang dan longsor pada 2025, namun kini telah berubah menjadi kawasan hortikultura yang produktif.

Program kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Bank Indonesia ini diharapkan menjadi model pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana. Melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif, pemerintah optimistis kesejahteraan petani meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan roda perekonomian masyarakat kembali bergerak.

(AFIT)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Segera Cairkan Gaji Ke-13 untuk 3.700 ASN

Pidie Jaya

Bupati Pidie Jaya Tegaskan Tak Pernah Minta Uang kepada Masyarakat

Daerah

Sekda Pidie Jaya Dorong Pemanfaatan Material Pascabanjir Lewat Pelatihan Pembuatan Genteng

Pidie Jaya

Bupati Pidie Jaya Tantang Juara Tarik Tambang Gampong Beurawang

Pidie Jaya

Pemulihan Pascabanjir Jadi Prioritas, Sekda Pidie Jaya Tekankan Sinergi OPD

Pidie Jaya

BSY Melaporkan Ponakan Suami, Polisi Dalami Dugaan Pengguna Sepeda Motor

Pidie Jaya

FPRB Pidie Jaya Bangkit, Penuh Semangat Perkuat Mitigasi Bencana

Daerah

Kebakaran Tumpukan Kayu di Meunasah Lhok Kembali Membara pada Hari Kedua