MEUREUDU _ Acehpress.co.id – Di balik terangnya lampu rumah warga dan deru mesin usaha kecil di Pidie Jaya, terdapat jaringan infrastruktur kelistrikan yang sangat rentan jika tidak dijaga. Menyadari hal tersebut, PT PLN (Persero) dan Polres Pidie Jaya mengunci komitmen untuk membentengi aset vital negara ini dari segala potensi gangguan.
Komitmen tersebut lahir dalam rapat koordinasi tertutup namun sarat makna yang digelar di Ruang Kerja Kapolres Pidie Jaya, Desa Tueng Kluet, Kecamatan Trienggadeng, Jumat (4/9/2026) pagi. Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Sigli, Mochamad Akbar Hurianda, bersama Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H.
Turut hadir dalam forum strategis tersebut Manager PLN ULP Meureudu, Rahadi Bakri Hasibuan, serta sejumlah staf teknis dari kedua instansi. Suasana ruangan terasa hangat namun serius, karena yang dipertaruhkan adalah kelancaran pasokan listrik bagi ribuan kepala keluarga di wilayah itu.
Dalam arahannya, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, menegaskan bahwa gangguan sekecil apa pun terhadap jaringan listrik—mulai dari pencurian kabel, aksi pencurian arus (pembobolan meteran), hingga perusakan fasilitas gardu—akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat.
“Listrik adalah urat nadi kehidupan modern. Kami dari jajaran Polres Pidie Jaya tidak akan segan-segan menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam fasilitas publik ini. Tapi lebih dari itu, kami ingin hadir sebagai mitra preventif, bukan hanya represif,” tegas AKBP Tendri Wardi di hadapan rombongan PLN.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Sigli, Mochamad Akbar Hurianda, mengapresiasi langkah cepat Polres Pidie Jaya yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memberikan jaminan keamanan bagi petugas PLN di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa sering kali petugas teknis menghadapi kendala saat melakukan pemeliharaan atau penertiban pemakaian listrik, mulai dari intimidasi hingga hambatan akses.
“Dengan sinergi ini, kami berharap petugas kami bisa bekerja dengan tenang dan fokus melayani masyarakat. Selain itu, kami juga minta dukungan pengamanan proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pidie Jaya, agar pembangunan tidak terhambat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Mochamad Akbar.
Koordinasi kedua belah pihak juga menyentuh aspek taktis, seperti pembentukan pola patroli bersama di titik-titik rawan pencurian kabel, sistem peringatan dini terhadap bencana alam (seperti pohon tumbang atau sambaran petir), hingga sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga aset listrik sebagai milik bersama.
Pertemuan yang awalnya dijadwalkan singkat ini justru berlangsung alot hingga memasuki sore hari. Kegiatan baru resmi berakhir sekitar pukul 15.30 WIB, berjalan dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Dengan terbentuknya tandem solid antara PLN dan Polres Pidie Jaya ini, masyarakat diharapkan dapat menikmati pelayanan listrik yang lebih andal dan stabil, tanpa rasa khawatir akan pemadaman akibat ulah tangan-tangan jahil. Sekali lagi, keamanan infrastruktur adalah tanggung jawab bersama. (CM)























