MEUREUDU _ Acehpress.co.id — Debur ombak di Pantai Manohara berpadu dengan riuh tawa anak-anak yang bermain di tepian pasir. Di sudut lain, aroma kopi robusta menyeruak dari warung-warung pinggir jalan yang dipenuhi pengunjung yang melepas penat. Minggu (6/9/2026) menjadi hari yang sibuk bagi masyarakat Pidie Jaya, namun di tengah euforia libur akhir pekan itu, kehadiran aparat kepolisian justru menjadi pemandangan akrab yang meneduhkan.
Sejak pukul 09.00 WIB, Kanit Patroli Satsamapta Polres Pidie Jaya, AIPDA Josnardi, bersama lima personel terbaiknya bergerak menyusuri titik-titik keramaian. Mereka tidak hanya membawa kendaraan dinas dan perlengkapan standar, tetapi juga membawa misi sederhana: hadir untuk melindungi, bukan menakut-nakuti. Dengan mengusung tajuk Patroli Perintis Presisi, rombongan menyusuri ruas jalan Meureudu, menyambangi kawasan aktivitas warga, hingga akhirnya tiba di bibir Pantai Manohara yang sedang ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Menyapa Warga, Bukan Sekadar Melintas
Berbeda dengan patroli pada umumnya yang terkesan kaku dan formal, pagi itu personel Sat Samapta memilih pendekatan humanis. Di setiap warung kopi yang disinggahi, AIPDA Josnardi dan anggotanya duduk sejenak, berbincang santai dengan para pengunjung yang kebanyakan adalah pekerja serabutan dan petani yang memanfaatkan libur akhir pekan.
“Pak, kopinya enak sekali pagi ini. Tapi ingat, kalau sudah di jalan, jangan ngebut-ngebut. Keluarga di rumah menunggu,” ujar AIPDA Josnardi dengan nada guyon yang mengundang tawa para penikmat kopi. Suasana cair itu mencairkan sekat antara polisi dan masyarakat, menjadikan imbauan keamanan terasa seperti nasihat dari tetangga sendiri.
Tak hanya di warkop, rombongan juga menyambangi pengunjung Pantai Manohara yang sedang menikmati angin laut. Anak-anak kecil mendekat dengan rasa penasaran, bahkan beberapa di antaranya dengan lugu melambaikan tangan ke arah petugas yang sedang memantau kawasan parkir dan aktivitas pinggir pantai. Momen-momen kecil seperti itulah yang menjadi nilai tambah dari patroli kali ini: kehadiran polisi yang dirasakan, bukan sekadar dilihat.
Antisipasi Gangguan dan Aksi Premanisme
Di balik suasana santai tersebut, kesiapsiagaan tetap dikedepankan. AIPDA Josnardi menjelaskan bahwa patroli ini diarahkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, seperti aksi premanisme, tawuran, atau tindak kriminalitas lain yang kerap muncul di saat keramaian.
“Kami sengaja mengatur waktu patroli di jam-jam padat pengunjung. Tujuannya agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat beraktivitas. Kami juga berkoordinasi dengan pengelola pantai dan pemilik warkop untuk sama-sama menjaga situasi,” jelas AIPDA Josnardi di sela-sela patroli.
Petugas juga menyisir area parkir dan jalur masuk pantai untuk memastikan tidak ada kendaraan bermotor yang diparkir sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas. Imbauan protokol keselamatan pun turut disampaikan, terutama kepada orang tua yang membawa anak kecil agar selalu mengawasi putra-putrinya di tepi pantai.
Dengarkan Keluhan Warga, Catat Harapan
Patroli kali ini juga dimanfaatkan sebagai ajang penyerapan aspirasi. Beberapa warga menyampaikan keluhan ringan, mulai dari kondisi penerangan jalan di kawasan pantai hingga permintaan agar frekuensi patroli ditingkatkan pada malam hari. Semua masukan itu dicatat oleh personel untuk menjadi bahan evaluasi dan peningkatan pelayanan ke depan.
“Kami membuka diri seluas-luasnya. Kalau ada yang dirasa mengganggu atau butuh bantuan cepat, jangan ragu hubungi 110. Kami siap datang dan hadir di tengah warga,” tegas AIPDA Josnardi menambahkan.
Masyarakat tampak antusias menyambut kehadiran polisi. Beberapa pengunjung pantai bahkan mengaku merasa lebih tenang dan nyaman bermain di lokasi wisata karena adanya pengawasan langsung dari aparat.
Hasil Patroli: Libur Akhir Pekan Berjalan Kondusif
Setelah menyisir sejumlah titik selama beberapa jam, patroli berakhir tanpa ditemukannya gangguan keamanan yang berarti. Suasana libur akhir pekan di Pidie Jaya berjalan aman, tertib, dan terkendali. Tidak ada laporan tindak pidana, tawuran, maupun aksi premanisme yang meresahkan.
AIPDA Josnardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah turut menjaga ketertiban. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dari masyarakat Pidie Jaya,” pungkasnya.
Di penghujung pagi, ketika sinar matahari mulai meninggi dan pengunjung pantai semakin berdatangan, personel Sat Samapta melanjutkan tugas mereka ke titik lain. Namun, kesan hangat yang ditinggalkan—sentuhan humanis di antara seragam cokelat dan senyum ramah—telah menjadi cerita tersendiri bagi warga yang menikmati akhir pekan mereka.
“Polisi hadir, masyarakat aman. Itulah semangat Patroli Perintis Presisi yang terus kami jaga,” tutup AIPDA Josnardi dengan penuh semangat. (CM)























