MEUREUDU _ Acehpress.co.id – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi, suasana di SMKN 1 Trienggadeng pada Selasa (8/9/2026) terasa berbeda.resss Ratusan pelajar tampak khidmat mengikuti upacara bendera, namun kali ini pembina upacara bukanlah kepala sekolah atau guru, melainkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pidie Jaya yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas, AKP Endang Sulastri, S.H.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 09.00 WIB ini merupakan bagian dari program unggulan “Polisi Saweu Sikula” (Polisi Masuk Sekolah). Program ini digagas sebagai upaya strategis untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada generasi muda sejak usia dini. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kanit Kamsel dan sejumlah personel Kamsel Satlantas yang dengan penuh semangat menyapa para pelajar.
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas AKP Endang Sulastri menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan pelajar yang merupakan aset bangsa. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa keselamatan di jalan adalah kebutuhan, bukan sekadar aturan. Nyawa jauh lebih berharga daripada sekadar keinginan untuk sampai lebih cepat,” tegas AKP Endang di hadapan para siswa dan dewan guru.
Dalam sesi edukasi yang interaktif, para personel Satlantas memberikan berbagai materi penting, antara lain:
1. Kewajiban Penggunaan Helm SNI – Para pelajar yang mengendarai sepeda motor diingatkan untuk selalu menggunakan helm yang sesuai standar, bukan sekadar helm “tempel” yang membahayakan keselamatan jiwa.
2. Larangan Berkendara Tanpa SIM – Mengingat mayoritas pelajar masih di bawah umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), petugas mengimbau agar mereka tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan bermotor. “Kecakapan mengemudi bukan tentang berani, tetapi tentang kemampuan dan kelengkapan dokumen,” ujar salah satu personel.
3. Dampak Negatif Knalpot Brong – Selain mengganggu ketertiban umum, penggunaan knalpot yang tidak standar dapat merusak pendengaran dan mengganggu konsentrasi pengguna jalan lain. Pelajar diajak untuk menjadi pelopor ketertiban dengan menolak penggunaan knalpot brong.
Yang menarik, pesan keselamatan ini tidak hanya berhenti pada para pelajar. AKP Endang Sulastri berharap para siswa dapat menjadi “Agen Keselamatan” di lingkungan keluarga masing-masing. “Anak-anak, tolong sampaikan kepada ayah dan ibu di rumah. Saat berkendara, gunakan helm SNI dan jangan sekali-kali menggunakan knalpot brong. Ajak orang tua untuk tertib, karena keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama,” imbaunya.
Kepala SMKN 1 Trienggadeng menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pihak sekolah dan kepolisian sangat efektif dalam membentuk karakter disiplin pelajar, terutama dalam menghadapi tantangan lalu lintas yang semakin kompleks. “Kami berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan, agar ilmu yang diberikan tidak hilang begitu saja dan menjadi kebiasaan baik bagi siswa kami,” ungkapnya.
Dengan diadakannya program Polisi Saweu Sikula ini, Satlantas Polres Pidie Jaya optimistis bahwa kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar akan terus meningkat. Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat menciptakan situasi Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) yang kondusif di seluruh wilayah Pidie Jaya.
Pesan Polantas Aceh: “Keselamatan di Jalan, Tanggung Jawab Kita Bersama. Budaya Tertib Dimulai dari Diri Sendiri, Dimulai dari Sekarang!”
Pewarta : CM Cek Mad






















