MEUREUDU _ Acehpress.co.id — Di balik layar sistem pelayanan kepolisian yang tampak mulus bagi publik, terdapat proses panjang yang menuntut ketelitian luar biasa. Mulai dari menit pertama laporan masuk via telepon hingga data tercatat dalam sistem, semuanya harus presisi. Kesalahan sekecil apapun dalam input data bisa berakibat fatal—baik bagi proses hukum maupun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Menyadari hal tersebut, Kapolres Pidie Jaya, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.I.K., M.H., turun langsung memimpin Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) di aula Mapolres setempat, Rabu (2/9/2026). Fokus utama pertemuan ini bukanlah hal yang sepele: sinkronisasi input data aplikasi DORS dan optimalisasi pelayanan Call Center 110 di seluruh jajaran Polsek.
DORS: Jantung Data yang Tak Boleh Berdetak Sumbang
Bagi awam, DORS mungkin hanya sebuah kode teknis. Namun bagi para personel SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), sistem ini adalah tulang punggung administrasi perkara. Setiap laporan kehilangan, kecelakaan, hingga tindak pidana tercatat di dalamnya. Keakuratan data di sistem ini akan menentukan arah penyelidikan dan menjadi rujukan penting di pengadilan.
Kapolres menekankan bahwa tidak ada ruang bagi kesalahan administrasi di era digital ini.
“Setiap data yang diinput adalah representasi dari nasib seseorang atau sebuah kasus. Jika kita lengah, satu digit salah saja bisa mengacaukan proses hukum,” tegas AKBP Tendri Wardi di hadapan para jajaran Kabag Ops, Ka SPKT, serta seluruh Kanit SPKT dari berbagai Polsek yang hadir.
Ia memerintahkan agar seluruh jajaran melakukan pengecekan berlapis terhadap setiap entri data. Proses sinkronisasi antar-Polsek dan Polres harus berjalan simultan, sehingga tidak ada lagi data yang hilang, tercecer, atau berbeda versi di masing-masing unit.
Layanan 110: Ujung Tombak Kepercayaan Publik
Selain soal administrasi internal, perhatian besar juga dicurahkan pada peningkatan kualitas Call Center 110. Layanan ini adalah pintu pertama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat dari kepolisian. Kepanikan warga yang menelepon harus dijawab dengan ketenangan dan kecepatan tindak lanjut.
“Ketika telepon berdering di ruang SPKT, di ujung sana ada ibu-ibu yang kehilangan anaknya, ada sopir yang kecelakaan, atau ada tetangga kita yang menjadi korban kejahatan. Mereka menelepon 110 bukan untuk mendengar prosedur birokrasi, tetapi untuk mendengar kepastian bahwa kami segera datang,” ujar Kapolres dengan nada mengharukan.
Ia meminta seluruh petugas operator dan penerima laporan untuk meningkatkan kepekaan dan kemampuan komunikasi. Bukan hanya mampu mencatat laporan, tetapi juga mampu memberikan rasa tenang kepada pelapor sebelum tim dikirim ke lokasi.
Kabag Ops Polres Pidie Jaya, Kompol Chairil Anshar, S.Sos., S.H., M.H., menambahkan bahwa rapat Anev ini juga menjadi ajang untuk saling berbagi pengalaman antar-Polsek mengenai kendala teknis di lapangan.
“Beberapa Polsek di wilayah terpencil terkendala sinyal dan jaringan. Kami bersama-sama mencari solusi agar tidak ada satupun laporan yang terlewat, sekalipun di pelosok daerah,” jelasnya.
Komitmen Polri yang Presisi dan Humanis
Di akhir rapat, AKBP Tendri Wardi menegaskan bahwa kegiatan Anev ini bukanlah sekadar formalitas. Ia berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala, serta mengecek langsung secara dadakan ke lapangan untuk memastikan kesiapan sistem dan personel.
“Polres Pidie Jaya harus menjadi garda terdepan pelayanan publik. Masyarakat sudah lelah dengan janji. Mereka ingin bukti. Dan bukti itu dimulai dari bagaimana SPKT kita menerima telepon, mencatat laporan, dan bertindak cepat hingga perkara tuntas,” pungkasnya.
Kehadiran para Kanit SPKT dari seluruh Polsek yang hadir dengan pakaian dinas rapi mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyongsong standar pelayanan baru yang lebih modern, transparan, dan humanis.
Dengan langkah ini, Polres Pidie Jaya berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin kokoh, serta menjadikan sistem DORS dan Call Center 110 sebagai simbol pelayanan yang tak hanya cepat, tetapi juga tepat dan menyejukkan. (CM)























