Breaking News

Home / Pidie Jaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:12 WIB

FPRB Pidie Jaya Resmi Diremajakan, BPBD Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

PIDIE JAYA – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pidie Jaya resmi melakukan peremajaan kepengurusan melalui musyawarah yang digelar di Taman Bupati Pidie Jaya, Rabu (8/7/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengaktifkan kembali peran FPRB dalam mendukung pengurangan risiko bencana di daerah.

Kegiatan yang dihadiri pengurus lama, anggota FPRB, relawan kebencanaan, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya itu berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Musyawarah menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun sinergi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie Jaya, Okta Handipa, mengatakan peremajaan kepengurusan dilakukan karena FPRB selama ini dinilai kurang aktif. Menurutnya, kehadiran kembali forum tersebut sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

“Kami ingin menghadirkan kembali FPRB Pidie Jaya yang selama ini terkesan vakum dan kurang terlibat. Kehadiran FPRB sangat krusial dalam memberikan dukungan kepada pemerintah dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Okta Handipa.

Dalam musyawarah tersebut, peserta menyepakati pembentukan kepengurusan sementara hingga terpilih kepengurusan definitif. M. Yakob dipercaya sebagai Ketua, Samsul Bahri sebagai Wakil Ketua, Mursyidah sebagai Sekretaris, Yusri sebagai Wakil Sekretaris, dan Fitriani sebagai Bendahara.

Baca Juga:  Edy Motor, Bengkel Sederhana dengan Kualitas Servis yang Dipercaya Pelanggan

Ketua sementara FPRB Pidie Jaya, M. Yakob, mengatakan kepengurusan baru akan berupaya membangun organisasi yang lebih aktif, solid, dan profesional agar mampu menjalankan fungsi pengurangan risiko bencana secara maksimal.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat FPRB akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pidie Jaya untuk menyurati organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, lembaga, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program mitigasi bencana.

“Ke depan FPRB harus benar-benar bangkit dan menjadi wadah yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kami ingin FPRB hadir dengan program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata M. Yakob.

Melalui peremajaan kepengurusan ini, BPBD berharap FPRB Pidie Jaya semakin aktif dan responsif dalam menjalankan program mitigasi, edukasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Sinergi antara FPRB, BPBD, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan Kabupaten Pidie Jaya dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

(AFIT)

Share :

Baca Juga

Pidie Jaya

Abiya Jeunieb Ucapkan Terima Kasih kepada Semua Pihak, Donasi Rumah Layak Huni Muallaf Pidie Jaya Ditutup

Pidie Jaya

Dinsos Pidie Jaya Antar 51 Paket Bantuan untuk Anak Disabilitas

Pidie Jaya

Hujan dan Angin Kencang, Warga Sekitar Tutue Krueng Meureudu Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya

Kapolres dan Kopjay Ontelis Tua: Gowes Bangkit di Meureudu

Agama

Pidie Jaya Perkuat Penegakan Syariat Islam Lewat Eksekusi Cambuk Pelaku Perjudian

Agama

Puluhan Ribu Jamaah Padati Dzikir Akbar HUT ke-19 Pidie Jaya dan Tahun Baru Islam 1448 H

Agama

Ribuan Jamaah Hadiri Zikir Akbar, Tgk Habibi an Nawawi Sebut Pidie Jaya Wilayah Penuh Sejarah

Pengairan

Krueng Meureudu di Ambang Kehancuran: Ketika Sungai Masa Kecil Kini Menuntut Penyelamatan