Breaking News

Home / Aceh / News / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:47 WIB

Peresmian Dua Bendungan Aceh, Gubernur Mualem Berterimakasih pada Presiden Prabowo

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sampaikan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas peresmian Bendungan Keureuto Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh Pidie.

“Berfungsinya dua bendungan itu, sangat bermanfaat bagi Aceh,” kata Gubernur Mualem, Sabtu (11 Juli 2026).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh bersamaan dengan tiga bendungan lainnya, pada Jumat (10 Juli 2026). Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Empat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Mewakkili Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, bersama unsur Forkopimda Aceh, mengikuti rangkaian peresmian tersebut secara virtual di lokasi Bendungan Rukoh, Pidie.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum atas penyelesaian dua bendungan di Aceh,” kata Sekda Nasir yang didampingi Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdiansyah.

Bendungan Keureuto dibangun sejak tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp. 2,961 triliun, dan Bendungan Rukoh dibangun sejak 2018 dengan nilai kontrak Rp. 1,7 triliun. “Alhamdulillah sekarang sudah diresmikan Bapak Presiden Prabowo,” kata Nasir.

Sekda Nasir menyampaikan bahwa penyelesaian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi pondasi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, dan pengendalian air di Aceh.

Baca Juga:  Bangkit Usai Banjir, Pasar Tani Aceh 2026 di Pidie Jaya Diserbu Warga

Secara detail, Sekda Nasir menjelaskan kemanfaatan dua bendungan tersebut. “Dua bendungan itu mampu melayani 26.889 hektar irigasi,” katanya. Ia menyebutkan Bendungan Keureuto yang berlokasi di Aceh Utara memiliki kapasitas menampung 215 juta meter kubik air.

“Manfaatnya, bendungan itu dapat melayani 14.695 hektar irigasi, penyediaan air baku 650 liter per detik, pengendalian banjir 627 hektar. Bahkan memiliki potensi pembangkit Listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan,” katanya.

Adapun Bendungan Rukoh di Pidie, Nasir menyebutkan kapasitas tampungnya mencapai 128 juta meter kubik air. “Bendungan Rukoh melayani irigasi 12.194 hektar di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir 51 hektar, dan potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS 137 MW,” katanya.

Selain itu, kata Sekda Nasir, optimalisasi kedua bendungan itu akan mendukung program swasembada pangan nasional melalui indeks pertanaman. “Sebanyak 384 ton per tahun,” katanya. “Ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, pengembangan energi hijau, dan pengurangan risiko banjir,” katanya.

Share :

Baca Juga

Aceh

Jumat Berkah, Plt Ketua DWP Aceh Berbagi dengan Keluarga Pasien di Rumah Singgah RSUDZA

Aceh

Gubernur Aceh Sambut Presiden dengan Sepatu Berlumpur, Bukti Kerja Keras Tangani Banjir!

News

Kadisdik Aceh dan Ketua TP PKK Tinjau SMAN 1 Kejuruan Muda, Apresiasi Guru yang Tetap Semangat Mengajar Pasca Bencana

Aceh

Babinsa Koramil 02/Karang Baru Kodim 0117/Aceh Tamiang Bantu Padamkan Kebakaran Tumpukan Kayu Pasca Banjir Bandang di Desa Tanjung Karang

Aceh

Wagub Aceh: Dayah Benteng Utama Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak

Aceh

Nafisah Raih Perak OPSI Nasional, Wakil Wali Kota sebut Ini Sebuah Kebanggaan

BPKA

BPKA Aceh dan TAPA Hadiri Rapat Evaluasi APBA 2026 dengan Banggar DPRA

BPKA

BPKA Aceh Raih Penghargaan Informatif atas Keterbukaan Informasi Publik