Breaking News

Home / Aceh / News / Pemerintah / Pemerintah Aceh

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:30 WIB

Kasad Resmikan Launching Jembatan Bailey Garuda dari Aceh, Perkuat Konektivitas Antarwilayah

Lhokseumawe – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., menerima kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak di wilayah Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Senin (9/3/2026).

 

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau sekaligus meresmikan Launching pembangunan Jembatan Bailey dalam Program Jembatan Garuda, yang merupakan bagian dari pembangunan 218 titik jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam di sejumlah daerah.

 

Rombongan Kasad tiba di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, menggunakan pesawat Hercules C-130 VIP milik TNI Angkatan Udara. Kedatangan pimpinan tertinggi TNI Angkatan Darat tersebut disambut langsung oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat TNI di wilayah Aceh, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk penghormatan sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh atas kunjungan pimpinan TNI Angkatan Darat.

 

Setelah melaksanakan transit sejenak di Bandara Malikussaleh, rombongan Kasad bersama Pangdam IM kemudian melanjutkan kegiatan sosial di SD Negeri 7 Desa Glee Dagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Dalam kesempatan tersebut, Kasad bersama Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, alat tulis, serta perlengkapan belajar kepada para siswa. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus semangat dalam menuntut ilmu.

 

Kasad juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar terus belajar dengan tekun, disiplin, serta memiliki cita-cita tinggi untuk masa depan. Ia berharap generasi muda Aceh dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

 

Usai melaksanakan kegiatan di sekolah tersebut, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi agenda utama, yakni kegiatan Launching Program Jembatan Garuda yang dipusatkan di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Lokasi ini dipilih sebagai titik peluncuran program pembangunan jembatan karena wilayah Aceh merupakan salah satu daerah yang masih membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jembatan penghubung antarwilayah.

 

Program pembangunan Jembatan Garuda dilatarbelakangi oleh kondisi sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kerusakan tersebut mengakibatkan terganggunya akses transportasi masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian di berbagai daerah.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Wakil Bupati Aceh Besar Kunjungi Kemendikdasmen RI

 

Dalam program tersebut, Jembatan Bailey menjadi salah satu jenis konstruksi utama yang dibangun untuk menggantikan jembatan yang rusak serta membuka kembali akses transportasi masyarakat yang sebelumnya terputus. Jembatan jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam proses pembangunan yang relatif cepat, konstruksi yang kuat, serta mampu menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan darurat infrastruktur.

 

Di Provinsi Aceh, pembangunan Jembatan Bailey tersebar di berbagai kabupaten yang terdampak kerusakan infrastruktur. Beberapa di antaranya berada di Kabupaten Bireuen seperti di kawasan Teupin Mane, Teupin Redeup, Cot Jeumpa, Matang Bangka, Kuta Blang, serta Laut Jangka. Pembangunan juga dilaksanakan di Kabupaten Aceh Utara yang meliputi wilayah Panton Nisam, Buket Dara, Matang Serdang, Alue Leuhop, Teupin Reseup, Bluka Teubai, Kubu, serta kawasan Brigif.

 

Selain itu, pembangunan Jembatan Bailey juga dilakukan di Kabupaten Aceh Timur pada wilayah Baroh Bogeng dan Seunebok, kemudian di Kabupaten Nagan Raya tepatnya di kawasan Beutong Ateuh. Di wilayah Kabupaten Bener Meriah, pembangunan dilakukan di beberapa titik seperti Timang Gajah, Jamur Ujung, Wehni Rongka, Bener Kelipah, Uning Baro, Bener Pepanyi, Rembele, serta kawasan Jalur Pacuan Kuda.

 

Pembangunan jembatan ini juga menjangkau wilayah Kabupaten Aceh Tengah, antara lain di Krueng Pelang dan kawasan PLTA Angkup. Di Kabupaten Aceh Singkil pembangunan dilakukan di wilayah Telaga Barat serta Lae Sipola, sementara di Kabupaten Aceh Tamiang pembangunan dilaksanakan di kawasan Bandar Baru.

 

Secara keseluruhan, hingga saat ini sebanyak 35 unit Jembatan Bailey telah berhasil dibangun di Provinsi Aceh sebagai bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur dalam Program Jembatan Garuda. Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan mampu memulihkan akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas antarwilayah, serta mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.

 

Kasad dalam keterangannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini bukan hanya sekadar menghadirkan sarana fisik penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol nyata hadirnya negara dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

 

“Jembatan bukan hanya sarana fisik, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam membantu mobilitas, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kasad.

 

Melalui program ini, TNI Angkatan Darat menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan akses transportasi.

 

Ke depan, pembangunan jembatan melalui Program Jembatan Garuda diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maupun memperkuat ketahanan wilayah melalui pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh.

Share :

Baca Juga

Aceh

Mendikdasmen Tinjau dan Pimpin Upacara di Aceh Tamiang Pasca Banjir Besar

Banda Aceh

WAGUB ACEH BAHAS PENANGANAN BENCANA DAN PEMBANGUNAN HUNTARA BERSAMA WAKIL KEPALA BADAN PENGATURAN BUMN

News

Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman

Pemerintah Aceh

Jelang Ramadhan, Sekda Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara dengan Kemenko Infrastruktur

Aceh

BSI Dukung Pembangunan Rumah Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

Aceh

Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Aceh

Cerita Tiga Srikandi, Panen Melon hingga Menikmati Tempe Koro

Aceh

SEKDA ACEH SAMBUT MENKO PANGAN DAN DUA MENTERI DI BANDARA SIM UNTUK PENANGANAN BENCANA