PIDIE JAYA – Dua hari setelah banjir melanda Kampung Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, jejak bencana masih terlihat di sepanjang permukiman warga. Lumpur kecokelatan menutupi badan jalan, bahkan masih tertimbun di sejumlah rumah penduduk. Senin (2/11/2026), air memang telah surut, tetapi perjuangan masyarakat untuk memulihkan kehidupan belum sepenuhnya usai.
Kondisi jalan kampung masih memperlihatkan genangan air dan endapan lumpur yang mengganggu aktivitas masyarakat. Kendaraan roda dua harus melintas perlahan karena permukaan jalan licin. Di tengah keadaan tersebut, warga berusaha membersihkan rumah dan halaman agar lingkungan tempat tinggal mereka kembali nyaman.
Tidak hanya lumpur, potongan kayu, ranting pohon, serta berbagai material yang terbawa arus banjir masih terlihat berserakan di sejumlah titik. Bahkan, sebagian rumah warga masih menyisakan timbunan lumpur. Pemandangan itu menjadi saksi betapa berat dampak banjir yang harus dihadapi masyarakat dalam menjalani hari-hari setelah bencana.
Di tengah kondisi tersebut, Jumaliah, salah seorang warga Kampung Dayah Husen, menyampaikan keluhannya kepada media. Ia mengungkapkan bahwa hingga dua hari pascabanjir, warga belum menerima bantuan makanan dari pemerintah. Bantuan yang mereka dapatkan sejauh ini hanya beberapa bungkus nasi dari masyarakat luar yang datang memberikan kepedulian.
Menurut Jumaliah, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan. Namun, kebutuhan masyarakat masih cukup besar, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan dan memulihkan kondisi rumah yang terdampak. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar warga tidak terlalu lama bertahan dalam keterbatasan setelah banjir.
Selain mengharapkan bantuan kebutuhan pokok, Jumaliah juga meminta pemerintah segera membangun tanggul permanen di kawasan sungai yang berdekatan dengan permukiman. Menurutnya, tanggul yang kokoh sangat diperlukan untuk melindungi rumah dan keselamatan masyarakat ketika debit air sungai meningkat. Warga menginginkan perlindungan jangka panjang agar ancaman banjir tidak terus membayangi kehidupan mereka.
Ia juga berharap sungai segera dikeruk atau dinormalisasi karena mengalami pendangkalan. Kondisi sungai yang semakin dangkal dikhawatirkan mengurangi daya tampung air sehingga lebih mudah meluap ke kawasan perkampungan. Karena itu, pengerukan sungai dan pembangunan tanggul permanen dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir berulang.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan di lokasi terdampak. Mulai dari penyaluran bantuan pangan, pembersihan lumpur, pemulihan akses jalan, hingga perbaikan infrastruktur pengendali banjir. Kehadiran pemerintah sangat diharapkan untuk membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus memberikan solusi yang berkelanjutan.
Dua hari pascabanjir, Kampung Dayah Husen masih menyimpan cerita tentang perjuangan, kepedulian, dan harapan. Di balik lumpur yang belum mengering serta rumah-rumah yang masih membutuhkan pembersihan, warga tetap berharap kehidupan dapat kembali berjalan normal. Mereka tidak hanya menginginkan bantuan untuk hari ini, tetapi juga tanggul permanen dan sungai yang kembali normal agar kampung halaman menjadi tempat yang aman untuk masa depan.
(AFIT)























