PIDIE JAYA — Upaya menjaga tradisi keagamaan dan budaya Aceh terus dilakukan Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Melalui lantunan likee yang sarat dengan syair Islami, grup ini aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat, terutama dalam memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee dipimpin empat pemuda yang berperan sebagai Syeh Likee, yakni Tgk. Syauqani, Tgk. Rusdi, Tgk. Mukti, dan Tgk. Fuad. Keempatnya secara kompak membawakan lantunan likee dengan irama khas dan penuh penghayatan, sehingga suasana kegiatan menjadi lebih khidmat serta memberikan kesan tersendiri bagi jamaah dan tamu undangan.
Bagi grup tersebut, likee bukan sekadar lantunan yang mengiringi sebuah acara. Syair-syair Islami yang dibawakan menjadi media untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengingatkan masyarakat terhadap akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Pesan-pesan keagamaan itu disampaikan melalui lantunan yang lembut, teratur, dan penuh nuansa khas Aceh.
Hal yang menarik, Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee juga membuka ruang bagi anak-anak dari MIN, MTsN, dan sekolah sederajat untuk ikut ambil bagian dalam sejumlah penampilan. Keterlibatan mereka menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam memperkenalkan tradisi likee sejak dini, sehingga generasi muda dapat mengenal langsung seni, zikir, syair Islami, serta budaya keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Aceh.
Suasana pun semakin semarak dengan hadirnya penari likee cilik atau Dawil. Anak-anak tampil dengan penuh semangat dan keceriaan, memberikan warna tersendiri di tengah lantunan zikir dan syair Islami. Penampilan tersebut menunjukkan bahwa tradisi likee masih dapat diterima dan dikembangkan dengan cara yang dekat dengan dunia anak-anak tanpa menghilangkan nilai-nilai keagamaannya.
Kekompakan para anggota menjadi salah satu kekuatan Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee. Dengan mengenakan busana bernuansa hijau secara seragam, para anggota tampil rapi, percaya diri, dan penuh semangat. Kebersamaan itu tidak hanya terlihat saat berada di hadapan jamaah, tetapi juga menjadi gambaran semangat para pemuda Kuta Batee dalam mengembangkan kegiatan positif di lingkungan masyarakat.
Keterlibatan generasi cilik juga memiliki makna yang lebih jauh, yakni sebagai bagian dari proses regenerasi. Anak-anak tidak hanya diajak untuk tampil, tetapi juga diperkenalkan dengan nilai kebersamaan, kedisiplinan, seni penampilan, zikir, dan syair Islami. Dari proses sederhana tersebut, diharapkan tumbuh generasi yang mengenal sekaligus memiliki kecintaan terhadap tradisi daerahnya.
Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee siap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pesta, walimatul khitan, dan acara lainnya. Dengan dukungan empat Syeh Likee serta anggota dan penari likee cilik, grup ini berupaya memberikan penampilan terbaik yang dapat menyesuaikan dengan suasana dan kebutuhan setiap kegiatan.
Dengan semangat “Kami Siap Melayani Anda dalam Berbagai Acara”, Grup Zikir Iskandar Muda Kuta Batee diharapkan terus berkembang sebagai wadah kreativitas pemuda sekaligus ikut menjaga warisan keagamaan dan budaya Aceh. Lantunan likee yang dipimpin Tgk. Syauqani, Tgk. Rusdi, Tgk. Mukti, dan Tgk. Fuad, ditambah semangat generasi cilik, menjadi perpaduan manis dalam merawat tradisi agar tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi penerus di Pidie Jaya.
(AFIT)























