MEUREUDU. | Acehpres.co.id -Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S. Sos, ME beserta jajarannya terus mendorong perubahan dengan melakukan berbagai pendekatan penanganan banjir, dari sekadar memperbaiki kerusakan menjadi membangun perlindungan infrastruktur yang mampu memutus ancaman bencana berulang. Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Pendopo Bupati. Selasa (3/11/2026).
Di hadapan Mendagri, Bupati H. Sibral Malasyi, M.A., menyampaikan langsung kondisi terkini pascabanjir yang kembali melanda lima kecamatan, 21 gampong, dengan dampak sekitar 4.500 kepala keluarga atau 15.000 jiwa. Bupati menegaskan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membutuhkan dukungan dan intervensi pemerintah pusat agar penanganan bencana tidak terus berjalan secara parsial, sementara masyarakat harus berulang kali menanggung kerugian akibat banjir. Katanya
Menurut H. Sibral Malasyi salah satu pekerjaan strategis yang menjadi perhatian adalah perbaikan Sungai Ulim di Gampong Alue Ketapang, Kecamatan Bandar Dua. Penanganan pada lokasi tersebut ditargetkan selesai pada 2026, sedangkan keseluruhan program rehabilitasi dan rekonstruksi dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028. Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa program yang telah masuk dalam agenda rehabilitasi dan rekonstruksi harus segera direalisasikan secara konsisten. Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan anggaran lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. Bahkan, daerah yang kembali mengalami bencana dengan dampak luas dapat mempertimbangkan penetapan kembali status tanggap darurat agar penanganan kerusakan dan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat tanpa terhambat prosedur berbelit.
Bagi Bupati Sibral Malasyi, percepatan tersebut bukan semata persoalan pembangunan fisik, melainkan menyangkut keselamatan dan kepastian hidup masyarakat. Ia berharap kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan kabupaten benar-benar menghasilkan penanganan sungai, jalan, jembatan, serta fasilitas umum yang lebih tangguh menghadapi bencana. Dukungan konkret turut disalurkan dalam kunjungan tersebut berupa bantuan logistik darurat dan 1.000 paket sembako dari Kementerian Sosial dengan nilai keseluruhan Rp656.771.348, satu unit kendaraan water supply multifungsi dari Satgas PRR, serta tiga unit pompa air portabel. Bupati menegaskan, masyarakat Pidie Jaya tidak boleh terus hidup dalam kecemasan setiap kali hujan deras mengguyur. Karena itu, momentum rehabilitasi dan rekonstruksi harus menjadi titik balik untuk membangun sistem perlindungan yang lebih permanen, sehingga pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi menjadikan Pidie Jaya lebih siap menghadapi bencana di masa mendatang.
Pewarta : CM Cek Mad
Sumber : Prokopim/Yuni























