Acehpress _ Pidie Jaya – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Pidie Jaya dengan suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Minggu (14/6/2026). Momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat semangat kebangkitan pascabencana.
Dalam sambutannya, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Pidie Jaya yang kini genap berusia 19 tahun sejak resmi dimekarkan dari Kabupaten Pidie pada 15 Juni 2007. Menurutnya, hari jadi kabupaten merupakan milik seluruh masyarakat Pidie Jaya, bukan hanya pemerintah daerah.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sibral Malasyi memberikan penghargaan kepada para tokoh pemekaran yang telah berjuang dengan penuh pengorbanan hingga lahirnya Kabupaten Pidie Jaya sebagai daerah otonomi baru. Ia menegaskan pembangunan yang berjalan hari ini merupakan hasil perjuangan besar para pendahulu.
Peringatan HUT ke-19 tahun ini mengusung tema “Bangkit Bersyariat dan Pulih Bersama.” Menurut Bupati, tema tersebut memiliki makna penting sebagai semangat kebangkitan daerah dengan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.
Tema tersebut juga lahir dari kondisi Kabupaten Pidie Jaya yang sedang menjalani proses pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda hampir seluruh wilayah pada November 2025 lalu. Bencana itu menyebabkan kerusakan rumah warga, lahan pertanian, fasilitas umum, hingga infrastruktur daerah.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan darurat, menyalurkan bantuan, serta memastikan proses rehabilitasi bagi warga terdampak berjalan maksimal.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh atas dukungan dalam percepatan pemulihan pascabencana. Hingga kini bantuan yang telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak melalui berbagai program pemerintah mencapai hampir Rp300 miliar.
Di bidang pembangunan, Kabupaten Pidie Jaya juga mencatat sejumlah capaian positif, di antaranya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kali berturut-turut, sukses menjadi tuan rumah MTQ Aceh ke-37, serta menurunkan angka kemiskinan dari 18,28 persen pada 2024 menjadi 16,12 persen pada 2025.
Menutup sambutannya, Bupati Sibral Malasyi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kabupaten Pidie Jaya menuju daerah yang maju, tangguh, sejahtera, serta tetap berlandaskan syariat Islam.
(A.FIT)























