PIDIE – Sebanyak sekitar 40 naskah cerita rakyat dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie telah berhasil dihimpun dan memasuki tahap penyuntingan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Cerita Rakyat yang digelar di Aula SMP Negeri 2 Sigli.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan tradisi lisan sekaligus mendokumentasikan warisan budaya masyarakat Pidie. Para penulis yang naskahnya telah lolos seleksi awal mengikuti sesi penyuntingan bersama narasumber dan editor agar cerita yang disusun lebih lengkap, akurat, dan sesuai dengan kaidah penulisan.
Dalam Bimtek tersebut, peserta memperoleh pendampingan mengenai teknik penyempurnaan alur cerita, penggunaan bahasa sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penguatan unsur 5W+1H, penelusuran sumber cerita, hingga penggalian nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam setiap kisah.
Ketua Panitia, Turno Junaidi, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya naskah yang berhasil dihimpun dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie.
Menurutnya, sekitar 40 naskah yang terkumpul mengangkat beragam tema, mulai dari asal-usul gampong dan tempat, kisah tokoh lokal, cerita sakral, warisan leluhur, hingga tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat Pidie.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menggali kembali cerita-cerita sejarah yang pernah berkembang di Kabupaten Pidie agar tidak hilang ditelan zaman. Dokumentasi tersebut diharapkan menjadi referensi budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.
“Naskah-naskah yang telah terkumpul memiliki potensi besar sebagai sumber literasi budaya. Melalui Bimtek ini, kami ingin memastikan setiap cerita memiliki kualitas yang baik sehingga layak diterbitkan,” ujar Turno Junaidi.
Setelah melalui proses penyuntingan, seluruh naskah terpilih direncanakan akan dihimpun dalam sebuah buku antologi Cerita Rakyat Pidie. Buku tersebut diharapkan menjadi dokumentasi penting mengenai kekayaan budaya lokal sekaligus menjadi bahan bacaan bagi generasi muda untuk mengenal sejarah, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat Pidie.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak cerita rakyat yang terdokumentasi dengan baik sehingga tidak hilang ditelan zaman dan menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan di Kabupaten Pidie.
(AFIT)























