Breaking News

Home / Nasional

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:36 WIB

BEM PTMAI Kedepankan Dialog, Tolak Demo 27 Agustus

JAKARTA – Koordinator Pusat BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI), Yogi Syahputra Al Idrus, menyatakan menolak rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 27 Agustus 2026. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap ketertiban umum dan keamanan nasional.

Yogi menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut perlu dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas.

“Kami menghormati hak setiap mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Tetapi dalam situasi seperti sekarang, kita juga harus memastikan bahwa penyampaian aspirasi tidak justru menghambat ketertiban dan keamanan nasional,” ujar Yogi.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang tidak hanya berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga ikut menjaga kualitas demokrasi di tengah berbagai persoalan nasional.

Karena itu, Yogi mendorong agar kritik terhadap pemerintah disampaikan secara konstruktif, terukur, dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat. Menurutnya, gerakan mahasiswa harus mampu menghadirkan gagasan serta solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa.

Baca Juga:  Kontingen Pidie Jaya Kunjungi Peternakan Sukses Milik Perantau Aceh di Gorontalo

Yogi juga mengajak organisasi kemahasiswaan untuk mengedepankan dialog dan konsolidasi gagasan dalam menyikapi berbagai persoalan nasional. Menurutnya, ruang dialog dapat menjadi sarana untuk mencari solusi tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.

BEM PTMAI, lanjut Yogi, akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mengedepankan nilai intelektual, konstitusional, serta kepentingan nasional. Sikap kritis mahasiswa dinilai tetap penting dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Demokrasi bukan hanya tentang keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga tentang kedewasaan menjaga kepentingan bangsa,” katanya.

“Kami ingin gerakan mahasiswa tetap kritis, tetapi juga solutif. Jangan sampai gerakan yang seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat justru membuat masyarakat menjadi korban dari ketidakstabilan,” pungkasnya.

(AFIT)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dubes Uni Eropa Sampaikan Simpati Bencana Aceh dalam Pertemuan dengan Wali Nanggroe

Nasional

Kompak Bergerak di Jakarta, Bupati dan Wabup Pidie Jaya Perjuangkan Sektor Kesehatan dan Pendidikan

Nasional

Kontingen Pidie Jaya Kunjungi Peternakan Sukses Milik Perantau Aceh di Gorontalo

Foto

Miniatur Bencana Banjir Pidie Jaya Dipamerkan, Jadi Pengingat Tragedi Malam 26 November 2025

Nasional

Pertemuan Wali Nanggroe dan Dubes Uni Eropa Bahas Bantuan Bencana dan Kerja Sama Aceh-Eropa