Breaking News

Home / Pidie Jaya / Uncategorized

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Sibral Malasyi Pacu Pemulihan Sawah Pascabencana di Pidie Jaya

PIDIE JAYA, ACEH – Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, melalui Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Nur, S.P., M.Si., terus mengupayakan percepatan rehabilitasi lahan persawahan yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian, membantu petani memulihkan mata pencaharian, serta menjaga ketahanan pangan masyarakat. Pemulihan sawah menjadi langkah penting agar sektor pertanian Pidie Jaya dapat kembali bergerak dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Upaya rehabilitasi dilaksanakan secara bertahap di sejumlah lokasi terdampak, termasuk Gampong Blang Awe, Gampong Beuringin, dan kawasan Lueng Bimba, Kecamatan Meurah Dua. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga terus mengupayakan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan lahan yang mengalami kerusakan berat. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah daerah berharap semakin banyak sawah yang dapat dipulihkan sehingga petani memiliki kesempatan untuk kembali mengolah tanah dan melanjutkan kegiatan pertanian.

Di Gampong Blang Awe, penanganan sawah rusak berat dilaporkan telah mencapai sekitar lima hektare. Sementara itu, di kawasan Lueng Bimba, rehabilitasi mencakup sekitar 2,5 hektare. Dengan demikian, total sekitar 7,5 hektare lahan di kedua lokasi tersebut telah tertangani.

Capaian ini menjadi bagian dari proses pemulihan yang diharapkan dapat membuka kembali lahan pertanian terdampak, meskipun kesiapan setiap petak sawah tetap perlu diperiksa sebelum digunakan untuk kegiatan tanam.
Sementara itu, pekerjaan di Gampong Beuringin masih berfokus pada pembersihan lahan. Sekitar setengah hektare telah ditangani pada tahap awal, termasuk pembersihan pohon seri yang tumbuh di area persawahan.

Pekerjaan ini bertujuan membuka kembali lahan agar kondisi tanah dan saluran pengairan dapat diperiksa untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya. Dengan tahapan yang sesuai kondisi lapangan, lahan yang terdampak diharapkan dapat kembali dimanfaatkan dan mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, sawah kategori rusak berat di Kabupaten Pidie Jaya tercatat sekitar 259 hektare, sedangkan kategori rusak sedang mencapai 141 hektare. Adapun sawah rusak ringan tercatat seluas 1.112 hektare, dengan sekitar 360 hektare telah kembali ditanami. Sebagian lahan berkategori rusak sedang juga dilaporkan telah memasuki tahap menjelang panen. Data tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan berlangsung secara bertahap, dengan kebutuhan penanganan yang berbeda sesuai tingkat kerusakan dan kondisi lahan.

Baca Juga:  Ustad Azhar Kiran Bersama Yayasan AmalQu Salurkan 90 Mushaf Al-Qur'an dan Apresiasi Guru Ngaji di Dayah Babul Ilmi Kiran

Di tengah rehabilitasi persawahan, petani juga berupaya mempertahankan produktivitas melalui pengembangan komoditas alternatif. Sekitar 50 hektare lahan dilaporkan telah ditanami jagung, sedangkan sekitar 20 hektare dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura, seperti bawang, cabai, mentimun, dan semangka. Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Babah Krueng, Meunasah Teungoh, Buangan, dan Meunasah Bie.

Pengembangan tanaman alternatif diharapkan membantu petani menjaga aktivitas usaha tani sembari menunggu sawah yang rusak siap digunakan kembali.
Bagi masyarakat Pidie Jaya, sawah merupakan bagian penting dari kehidupan dan penghidupan keluarga.

Kerusakan lahan pertanian dapat memengaruhi pendapatan petani, kesempatan kerja buruh tani, perdagangan hasil panen, hingga kegiatan usaha yang mendukung produksi pangan. Oleh sebab itu, rehabilitasi tidak cukup hanya dengan membersihkan lahan, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi tanah, sistem pengairan, serta kesiapan lahan untuk ditanami. Penanganan yang menyeluruh diharapkan dapat membantu mengembalikan fungsi sawah secara berkelanjutan.
Melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah terus mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mendukung percepatan rehabilitasi. Pendataan yang akurat, pengawasan kualitas pekerjaan, dan evaluasi berkala diperlukan agar penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Lahan yang telah tertangani perlu dipantau kesiapan tanamnya, sementara lokasi yang masih mengalami kerusakan berat membutuhkan tindak lanjut. Dengan pemantauan tersebut, kemajuan pemulihan dapat dinilai berdasarkan luas lahan yang benar-benar siap ditanami dan kembali berproduksi.

Pemulihan sawah di Pidie Jaya diharapkan menjadi jalan bagi petani untuk bangkit setelah bencana. Di balik setiap lahan yang kembali terbuka, terdapat harapan keluarga untuk menanam kembali benih, merawat tanaman, dan menyambut panen sebagai sumber penghidupan. Melalui upaya Bupati H. Sibral Malasyi bersama jajaran Dinas Pertanian dan dukungan berbagai pihak, rehabilitasi diharapkan terus berlanjut hingga semakin banyak sawah kembali produktif. Sebab, memulihkan sawah bukan hanya memperbaiki lahan, tetapi juga menumbuhkan kembali harapan, memperkuat ketahanan pangan, dan menggerakkan perekonomian masyarakat Pidie Jaya.(**)

 

(AFIT)

Share :

Baca Juga

Pidie Jaya

Syekh Anas Al-Masry  : Maulid Nabi, Ukhuwah Islamiah, dan Duka Palestina ajak jamaah mengenal Nabi secara utuh dan meneladani akhlaknya

Pidie Jaya

Dinsos Pidie Jaya Antar 51 Paket Bantuan untuk Anak Disabilitas

Uncategorized

Kak Na Berbagi Seragam di Sekolah Darurat Pantan Nangka

Pendidikan

Membanggakan! Muslailati, S.Pd Guru / Pendidik MAN 4 Pidie Jaya Raih Penghargaan Kontributor Pemecah Rekor MURI Puisi Akrostik Terbanyak

Daerah

Tindak Lanjut Surat Bupati, Camat Bandar Baru Siapkan Panitia Pemilihan Keuchik Lancang

Pidie Jaya

Wabup Pidie Jaya: Rekonstruksi Pascabencana Bukan Sekadar Bangun Rumah, Kualitas dan Nasib Rakyat Jadi Ukuran

Pidie Jaya

Wakapolres Pidie Jaya Pimpin Operasi Patuh Seulawah, Puluhan Pelanggaran Lalu Lintas Ditindak

Nasional

Terima DIPA Dana Tugas Pembantuan 2026, Bupati Pidie Jaya Gerak Cepat Pulihkan 7 Pasar Pascabencana