Breaking News

Home / Pidie Jaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:13 WIB

SEMMI Apresiasi Sikap Memaafkan Irwasda Aceh

MEUREUDU — DPC Serikat Mahasiswa Islam Indonesia (SEMMI) Pidie Jaya mengapresiasi sikap Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., yang memilih memaafkan Muhammad Hidayatullah atas insiden pemukulan yang terjadi saat rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

SEMMI Pidie Jaya menilai keputusan Iskandar untuk mengedepankan maaf bukan sekadar penyelesaian persoalan pribadi, melainkan cerminan kedewasaan dalam menjaga semangat perdamaian di Aceh. Sikap tersebut dinilai sejalan dengan makna Hari Damai Aceh yang mengajarkan pentingnya menahan diri dan menjaga persatuan.

Di tengah sebuah persoalan, pilihan untuk tidak membalas dan tidak memperpanjang konflik menjadi jalan yang bermakna. Bagi SEMMI, sikap memaafkan yang ditunjukkan Irwasda Polda Aceh menjadi pesan bahwa perdamaian harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Iskandar mengatakan, semangat perdamaian harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, menahan diri, dan mengutamakan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sebagai putra Aceh, kami dibesarkan dengan nilai tenggang rasa dan kearifan menahan diri. Memaafkan adalah jalan terbaik untuk menjaga agar persatuan tetap terjaga,” ujar Iskandar.

Baca Juga:  Oknum Jangan Memecah Belah: Tim SABAR Diminta Fokus Mendamaikan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya

Ia juga mengingatkan generasi muda agar menjadikan agama, etika, dan penghormatan terhadap sesama sebagai landasan dalam menyampaikan aspirasi maupun menjalankan aktivitas sosial. Menurutnya, setiap perbedaan pendapat seharusnya disikapi dengan kepala dingin dan tidak berubah menjadi tindakan yang merusak persatuan.

Setelah mendapat maaf, Muhammad Hidayatullah secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, jajaran Polda Aceh, serta masyarakat Aceh. Ia mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

Bagi SEMMI Pidie Jaya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa nilai Hari Damai Aceh tidak boleh berhenti pada seremoni dan simbol semata. Perdamaian justru diuji ketika persoalan datang, apakah memilih memperbesar konflik atau berusaha meredakannya melalui jalan yang bijaksana.

SEMMI Pidie Jaya berharap sikap memaafkan yang ditunjukkan Iskandar dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi muda Aceh, bahwa perbedaan dan persoalan dapat diselesaikan melalui dialog, etika, saling menghormati, serta semangat menjaga perdamaian bersama. (**)

Share :

Baca Juga

Pidie Jaya

BMTA Hadirkan Harapan di Manyang Lancok

Pidie Jaya

Bupati Pidie Jaya Buka Turnamen Sepak Bola Kapolres Cup V Tahun 2026

Pidie Jaya

Bupati Pidie Jaya Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari, 22 Gampong Terdampak Banjir di Lima Kecamatan Jadi Prioritas

Pidie Jaya

Dukungan Pusat Menguat, Sibral Pacu Pemulihan Pidie Jaya

Pidie Jaya

LEMBATU Perkuat Legalitas dan Komitmen Kemanusiaan di Pidie Jaya

Daerah

Kebakaran Tumpukan Kayu di Meunasah Lhok Kembali Membara pada Hari Kedua

Pertanian

Pidie Jaya

Setetes Darah, Harapan bagi Sesama! Polres Pidie Jaya Gelar Donor Darah HUT Ke – 75 th Humas Polri