Breaking News

Home / Aceh / Banda Aceh / News / Pemerintah Aceh

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:09 WIB

Yayasan Buddha Tzu Chi Bangun 1.000 Rumah untuk Korban Bencana Aceh

Video Rapat Konferensi Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Dihadiri Oleh Pemerintah Daerah Sumatera, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, pada Selasa malam 16/12/2025.

Video Rapat Konferensi Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Dihadiri Oleh Pemerintah Daerah Sumatera, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, pada Selasa malam 16/12/2025.

Banda Aceh – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan sebanyak 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga Aceh yang menjadi korban bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan tanah longsor. Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, usai mengikuti rapat video konferensi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) pada Selasa malam, 16 Desember 2025.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Sekda M. Nasir menjelaskan bahwa bantuan 1.000 unit hunian tetap ini merupakan tahap awal dari upaya pemulihan pascabencana.

“Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor,” kata Sekda Aceh, M. Nasir dalam keterangannya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, merincikan bahwa bantuan 1.000 unit rumah hunian tetap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia ini akan dialokasikan secara spesifik untuk dua kabupaten yang terdampak parah.

Menurut M. Nasir, dari total 1.000 unit tersebut, sebanyak 722 unit akan diperuntukkan bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Utara. Sementara sisanya sebanyak 278 unit akan dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca Juga:  Pemerintah Aceh Sertakan Para Guru Besar Bahas Perubahan UUPA

Sekda M. Nasir menambahkan bahwa Pemerintah Daerah setempat akan menyediakan lahan yang dialokasikan untuk pembangunan 1.000 unit rumah hunian tetap ini.

Pembangunan 1.000 unit rumah hunian tetap (huntap) ini tidak hanya fokus pada unit rumahnya saja, melainkan juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung yang memadai.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyediakan lahan serta fasilitas esensial, termasuk pembangunan jalan menuju kompleks perumahan, penyediaan fasilitas listrik, dan memastikan akses air bersih yang layak bagi para calon penghuni.

Kelengkapan infrastruktur ini diharapkan dapat membantu warga korban bencana untuk segera memulai kehidupan baru yang lebih stabil dan nyaman.

Meskipun 1.000 unit ini adalah tahap pertama, Sekda M. Nasir menyambut gembira sumbangan ini dan mendorong semua pihak untuk mempercepat proses pembangunan dan pengerjaan hunian tetap.

Ia berharap agar warga yang saat ini sangat membutuhkan dapat segera menempati hunian tetap tersebut, sehingga kehidupan mereka bisa pulih lebih cepat.

“Sisanya (kebutuhan huntap) akan dibangun yang bersumber dari APBN atau lembaga untuk kabupaten/kota lainnya,” jelas M. Nasir. []

Share :

Baca Juga

Aceh

Peresmian Dua Bendungan Aceh, Gubernur Mualem Berterimakasih pada Presiden Prabowo

News

Gubernur Mualem Ikuti Rakor Satgas Percepatan Rehab–Rekon Pascabencana Sumatra di Jakarta

Aceh

Pemerintah Aceh Terima Catatan dan Rekomendasi DPRA atas Pertanggungjawaban APBA 2025
Petugas berjaga saat massa Aksi Reuni PA 212 bergerak ke arah Jalan Sudirman, Kamis (2/12). Foto: Nugroho GN/kumparan

Headline

PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

Aceh

Kak Na Sapa Warga Uning Mas di Huntara Blang Rakal

News

Wakapolda Aceh Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Masjid Raya Baiturrahman

Aceh

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026

Aceh

Gubernur Aceh “Mualem” Terima Kunjungan dan Laporan Bantuan dari Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI)