Breaking News

Home / Aceh

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

Kabut pagi yang tebal menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam di Geumpang, Pidie, Aceh. Di kawasan perbukitan ini, lanskap alam tampil memukau dengan lapisan awan yang seolah menggantung rendah.

Momen seperti ini yang menarik perhatian Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, saat berkemah dan menyaksikan langsung keindahan yang kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan Geumpang, Pidie, Aceh. Matahari belum sepenuhnya muncul. Dari depan tenda di Agrowisata Kilonam, Marlina Usman memandang lembah yang tertutup lapisan putih tebal. Udara dingin terasa tajam.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh itu seperti berdiri di atas awan. Kabut menggenang di bawah dan menutupi pepohonan.

Marlina atau lebih dikenal Kak Ana tiba di sana bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berkemah untuk menunggu pagi yang berkabut di kawasan itu.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” katanya. Ia mengajak wisatawan datang dan melihat langsung lanskap tersebut.

Kilonam, disebut juga Kilo Nam atau Kilo 6, terletak di tepi jalan lintas Geumpang–Meulaboh, sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Dari Kota Sigli, pusat kota Kabupaten Pidie, jaraknya sekitar 100 kilometer.

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:  Sekda Aceh Buka Raker Kagama, Tekankan Peran Alumni dalam Pembangunan Daerah

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu utama untuk berkunjung ke sini. Pagi hari, kabut menutup pepohonan sebelum akhirnya menipis. Sore hari, awan kembali turun, cahaya meredup, dan lanskap berubah lembut. Di antara dua waktu itu, pengunjung biasanya memilih diam menikmati suasana atau memotretnya, untuk mengabadikan momen.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00, kabut menghilang. Perbukitan hijau muncul jelas. Pada saat itu, Marlina turun ke air terjun.

Selepas dari sana, ia berkunjung ke area kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya juga ada kolam ikan. Di area itu juga terlihat kebun yang ditanami durian hingga kopi.

Kunjungan rombongan TP PKK Aceh akhir pekan itu menjadi penanda bahwa Kilonam mulai dilirik. Keunggulannya ada pada lanskap alam yang dibiarkan bekerja sendiri: kabut datang dan pergi. Dan pagi, seperti hari itu, memberi waktu bagi siapa saja untuk terpukau dengan keindahan alam Aceh.

Share :

Baca Juga

Aceh

Sekda Aceh Sambut Rencana Investasi Pabrik Metanol di Lhokseumawe

Aceh

WAGUB ACEH DAN PIMPINAN DPRA BAHAS PERCEPATAN QANUN APBA DAN STABILITAS SOSIAL

Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Aceh

Disdik Dayah Aceh Terlibat Aktif dalam Evaluasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Aceh

Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

Aceh

Kak Na: Cokbang Contoh Nyata Aceh Mampu Produksi Hulu-Hilir secara Mandiri

Aceh

Wagub Aceh Bersama Mendagri dan Mensos Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Timur

Aceh

Mualem Bagikan Uang Meugang dari Dana Pribadi, Seribuan Warga Datangi Meuligoe Gubernur Acehs