Breaking News

Home / Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:46 WIB

PERSEMA Prihatin, Gairah Sepak Bola Pidie Jaya Terus Meredup

PIDIE JAYA – Gairah sepak bola di Kabupaten Pidie Jaya yang pernah berjaya pada era 1990-an terus meredup. Ketua Pengurus PERSEMA Simpang Tiga Meureudu, Muhammad, menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya generasi muda yang mencintai olahraga tersebut dan mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan kembali pembinaan sepak bola di daerah itu.

Menurut Muhammad, sebelum 1998 Lapangan Bola Kaki Meureudu menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat. Setiap sore, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa memadati lapangan untuk bermain, berlatih, serta menyaksikan pertandingan antarkampung, antarkecamatan, hingga antarkabupaten yang berlangsung meriah.

Ia mengatakan, sepak bola saat itu bukan hanya menjadi olahraga favorit masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menanamkan nilai sportivitas, dan melahirkan banyak pemain berbakat yang kemudian memperkuat klub maupun tim daerah.

Namun, kata Muhammad, kondisi mulai berubah sejak 1998 ketika situasi keamanan di Aceh akibat konflik bersenjata berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan olahraga. Pembinaan sepak bola di tingkat akar rumput pun mulai mengalami penurunan.

Belum sepenuhnya pulih dari dampak konflik, Aceh kembali dilanda bencana tsunami pada Desember 2004 yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan perkembangan olahraga. Selanjutnya, gempa bumi yang mengguncang Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 juga menjadi salah satu tantangan dalam membangkitkan kembali aktivitas olahraga di daerah tersebut.

Muhammad mengenang, foto-foto lawas yang masih tersimpan menjadi bukti ramainya Lapangan Bola Kaki Meureudu pada masa kejayaannya. Lapangan itu menjadi tempat berkumpul generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mempererat kebersamaan.

Kini, lanjutnya, aktivitas bermain sepak bola di lapangan tersebut tidak lagi seramai dahulu. Berkurangnya ruang bermain dan minimnya pembinaan membuat minat generasi muda terhadap sepak bola terus mengalami penurunan.

Muhammad berharap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Askab PSSI Pidie Jaya, sekolah, klub sepak bola, serta seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat pembinaan usia dini, memperbaiki sarana olahraga, dan menggelar kompetisi secara berkesinambungan agar lahir kembali pesepak bola berbakat dari Pidie Jaya.

Ia menegaskan, kebangkitan sepak bola di Pidie Jaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengurus klub semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Dengan kerja sama semua pihak, ia optimistis gairah sepak bola dapat kembali hidup dan menjadi kebanggaan generasi muda seperti pada masa kejayaannya.

 

(AFIT)

Share :

Baca Juga

Aceh

Kak Na Ajak Anak yatim Berbelanja Baju Lebaran di Plaza Aceh

Daerah

Alam Peudeung Tidak Boleh Mati dalam Ingatan Bangsa Aceh

Aceh

Ibu Cut Suryati Bantu Korban Kebakaran Rumah Imam Gampong di Peukan Baro

Daerah

Sibral Malasyi Terima Opini WTP ke-12 untuk Pidie Jaya

Daerah

Sekda Pidie Jaya Dorong Pemanfaatan Material Pascabanjir Lewat Pelatihan Pembuatan Genteng

Daerah

Rakor Bersama BNPB, Bupati TRK Minta Percepatan Huntara dan Jembatan Gantung

Daerah

Sekda Pidie Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Warga Diminta Jaga dan Rawat Fasilitas Umum

Aceh

Wagub Aceh Bersama Mendagri dan Mensos Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Timur