Breaking News

Home / Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 14:52 WIB

Intruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Dr Azanuddin Kurnia untuk memacu pekerjaan penanganan masalah petani yang terdampak bencana hidrometeorology.

“Kerahkan semua sumber daya yang ada, bangun kolaborasi dengan para pihak terutama kepada dinas kabupaten/kota, TNI, dan kelompok tani,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Rabu (3 September 2026).

“Pak Gubernur juga memberi arahan kepada Pak Azanuddin untuk memperkuat komunikasi dan hubungan yang baik dengan Kementerian Pertanian yang memfasilitasi berbagai kegiatan pertanian di Aceh.”

Nurlis menjelaskan Gubernur Mualem juga sudah mengarahkan langsung Plt. Kadistanbum di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (2 September 2026).

Pada kesempatan tersebut, kata Nurlis, Gubernur Mualem menerima laporan dan penjelasan dari Azanuddin terkait perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh.

“Pak Gubernur berharap semua yang difasilitasi Kementan untuk 2026 bisa selesai semua. Beliau mengimbau kepada kelompok tani dan TNI serta para pihak yang mendapatkan kegiatan ini agar benar-benar melaksanakannya sesuai aturan,” kata Nurlis.

Mengenai laporan Plt. Kadistanbun tentang sawah rusak berat sekitar 16. 276 ha yang belum ada penanganan, Gubernur meminta semua yang sudah direncanakan Distanbun Aceh agar terus dilanjutkan.

“Gubernur mengarahkan Plt. Kadistanbun agar Pemerintah Aceh mengirim surat kepada Mentan dan Menteri ATR/BPN untuk proses percepatan,” kata Nurlis.

Kepada Mentan, Gubernur Mualem meminta dilakukan kajian cepat perhitungan biaya per hektar sehingga memudahkan pelaksanaan survey investigasi disain sebelum dilaksanakan fisik nantinya.

Kepada Kemen ATR/BPN, Gubernur meminta bantuan identifikasi dan pemetaan batas lahan. Hal ini pernting dilakukan karena batas lahan sawah rusak berat umumnya sudah tidak kelihatan lagi.

Baca Juga:  Wagub Fadhlullah : Tantangan Aceh Kini Memastikan Manfaat Perdamaian

Secara umum, kata Nurlis, Gubernur Mualem memandang paparan Plt. Kadistanbun sebagai upaya mempercepat proses penanganan sawah rusak berat.

Berkaitan dengan bantuan Kementan berupa alat mesin pertanian kepada kabupaten/kota, Gubernur Mualem berpesan agar benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.”

“Jangan hanya dijadikan pajangan, tapi manfaatkan untuk mendukung semua pekerjaan para petani. Kelola dengan baik.”

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Gubernur Mualem meminta semua benih dan bibit bantuan baik itu padi, jagung, kopi, kakao, kelapa, dan karet yang saat ini juga sedang berproses diharapkan bisa mempercepat pemulihan Aceh pasca bencana.

“Manfaatkan sebaik mungkin agar kita bisa kembali seperti sediakala bahkan kalau bisa lebih baik dari sebelumnya.”

Azanuddin, sebelumnya melaporkan kepada Gubernur terkait perkembangan pemulihan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh pasca bencana. Per tanggal 1 September 2026, serapan anggaran sudah sekitar 53%.

Ia meyakini, tahun ini sekitar 40.852 ha sawah rusak ringan dan sedang akan selesai ditangani termasuk kegiatan pendukungnya. “Kami meminta kawan-kawan dinas kabupaten/kota terus mengawal dan mengawasi pekerjaan di lapangan,” katanya.

Terkait pekerjaan yang langsung ditangani Kementan, Azan meminta kepada dinas kabupaten/kota yang belum selesai CPCL agar mempercepat dengan tetap memenuhi kriteria sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Azanuddin memberikan masukan untuk pemulihan sawah rusak berat dengan strategi melalui 4 cara yaitu ; pertama lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya.

Kedua dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan. Ketiga dengan menjadikan material tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Keempat dengan melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana.

Share :

Baca Juga

Aceh

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗹𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗵𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗮𝘆𝗮𝗵, 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗔𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻

Aceh

Ketua DPRK dan Wakil Bupati Pidie Hadiri MUBES II KUPI, Perkuat Solidaritas Warga Perantauan

Aceh

Sekretaris DPR Aceh Pimpin Langsung Penyaluran Bantuan untuk Korban Banjir Nagan Raya, Bukti Kehadiran Negara di Tengah Musibah!

Aceh

PT Solusi Bangun Andalas Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Aceh Terdampak Banjir

Aceh

Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Aceh

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗔𝗰𝗲𝗵 𝗦𝗮𝗳𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗲 𝗦𝗲𝗷𝘂𝗺𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗮𝘆𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗹𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗵𝗺𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺𝗮

Aceh

Kadis DSI Aceh Jadi Contoh, Pimpin Langsung Aksi Bersih-Bersih Lingkungan Pesantren

Aceh

Mualem Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Dampak Banjir di Aceh Tamiang, Aceh Tengah dan Bener Meriah