JAKARTA _ Acehpress.co.id — Wakil Bupati Pidie Jaya, Bapak Hasan Basri, S.T., M.M., menghadiri acara Shamadiyah/Tahlilan yang digelar Keluarga Besar BAMUS Pidie Jaya Jabodetabek pada Selasa, 15 September 2026, ba’da Isya. Acara berlangsung di Meunasah Aceh Taman Iskandar Muda, Jl. Sirsak, Pasar Minggu, Jakarta.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk silaturahmi, kepedulian, dan penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka. Dalam undangan resmi yang beredar, tercatat sejumlah keluarga duka dari Pidie Jaya yang didoakan malam ini:
1. Keluarga / Adik Ipar Bpk. Ir. Adnan Mahmud — Pante Raja
2. Keluarga / Abang Kandung Syarifuddin Alty — Meureudu
3. Keluarga / Ibunda Bpk. Ir. Razali AR, M.Si. — Merah Dua
4. Keluarga / Adik Ipar Bpk. H. Drs. Sulhan Ibrahim, S.E. — Bandar Dua
5. Keluarga / Kakak Ipar Bpk. T. Iskandar Jakfar, S.H., M.H. — Ulim
6. T. Syakur Mahmud dan Isteri — Meureudu
7. Isteri T. Murad Ayub — Meureudu
8. Keluarga H. Fadlin Mahmud (Muhammad Nur bin Tahir) — Bandar Baru, Lueng Putu
Undangan tersebut ditandatangani Tgk. Mustafa Husin selaku Ketua Bidang Agama dan Kerohanian BAMUS Pidie Jaya, serta diketahui H. Said Malawi, S.T., M.M. sebagai Ketua Umum dan T. Iskandar Jakfar, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Umum.
Dalam undangan itu, seluruh keluarga besar BAMUS Pidie Jaya diajak hadir untuk memperkuat tali silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, dan menunjukkan solidaritas antar sesama warga Pidie Jaya di perantauan.
“Semoga kehadiran kita menjadi wujud silaturahmi, kepedulian, dan solidaritas keluarga besar BAMUS Pidie Jaya, serta menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” demikian pesan yang tertulis dalam undangan.
Malam itu, doa dipanjatkan untuk almarhum dan almarhumah agar Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima amal ibadah, melapangkan kubur, menempatkan mereka di tempat yang mulia di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Wakil Bupati Pidie Jaya dalam acara ini menambah makna kebersamaan. Bagi keluarga besar BAMUS Pidie Jaya Jabodetabek, Samadiah/Tahlilan bukan hanya momentum berdoa, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan merawat rasa kepedulian antar sesama.
Demikian salah satu pengurus BAMUS Pidie Jaya Bapak Fuadi Ajalil menyampaikan kepada Cek Mad dari Media ini.
(CM)























