ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menegaskan komitmennya untuk menghidupkan kembali sejarah Kesultanan Perlak sebagai pusat peradaban Islam pertama di Asia Tenggara dalam momentum Semarak 1 Muharram 1448 Hijriah.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky saat menghadiri kegiatan haul Sultan Perlak ke-1224 yang berlangsung di kawasan makam Sultan, Kampung Badrun, Kecamatan Perlak, beberapa hari lalu.
Dalam sambutannya, Iskandar Usman Al-Farlaky menekankan bahwa sejarah Kesultanan Perlak merupakan warisan besar yang memiliki nilai penting bagi perjalanan peradaban Islam, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, merawat, sekaligus memperkenalkan kembali sejarah Perlak kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Ia menyebutkan, keberadaan situs sejarah seperti makam Sultan Perlak harus terus dijaga karena menjadi bukti nyata kejayaan Islam yang pernah berkembang di wilayah Aceh Timur sejak berabad-abad lalu.
Peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah yang dirangkai dengan haul Sultan Alaidin Said Maulana Abdul Aziz Syah menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta sejumlah undangan yang datang untuk mengikuti rangkaian acara religi dan sejarah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu ahli waris tunggal kerajaan, Tuanku Raja Sayed Ahmad Permadani Al Haq yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian sejarah Kesultanan Perlak.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berharap kawasan bersejarah Perlak ke depan dapat terus dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah Islam sekaligus destinasi wisata religi yang memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*)
(AFIT)




















