Breaking News

Home / Aceh Besar / News / Pemeritah Aceh Besar

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:43 WIB

Pastikan Stok Pupuk Pasca Banjir, Bupati Aceh Besar Tinjau Gudang PIM di Blang Bintang

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram), berdialog dengan Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, saat peninjauan Gudang PIM, di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram), berdialog dengan Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, saat peninjauan Gudang PIM, di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/1/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

Aceh Besar – Untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh yang menyebabkan sempat terjadinya kelangkaan pupuk, Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) meninjau Gudang Pupuk Indonesia (PIM) yang berlokasi di Gampong Cot Mon Raya, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (6/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aceh Besar didampingi Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Jakfar SP MSi, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar Drs Sulaimi MSi, serta perwakilan Kadin Aceh Besar.

Bupati Syech Muharram mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan stok pupuk bersubsidi tetap tersedia dan pendistribusian berjalan normal setelah sempat terganggu akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Untuk Aceh terdapat jalur subsidi dengan lima distributor. Memang pada awal pasca banjir sempat terjadi kelangkaan pupuk akibat terputusnya akses jalan, hampir sama seperti yang terjadi pada distribusi gas elpiji 3 kilogram.

Namun Pupuk Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis,” ujarnya.

Syech Muharram menjelaskan, salah satu langkah yang diambil adalah mendatangkan pupuk melalui jalur laut. Saat ini stok pupuk di gudang masih tersedia dan sedang dalam proses pendistribusian ke kios-kios resmi di kecamatan melalui distributor.

“Alhamdulillah stok masih ada, hanya saja saat ini sedang dalam proses distribusi ke kios-kios. Kami meminta masyarakat, khususnya petani di Aceh Besar, untuk bersabar karena pupuk akan terus berdatangan ke kios-kios di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Syech Muharram juga mengungkapkan bahwa pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya turut terdampak banjir sehingga sempat menghentikan aktivitas produksi.

“Pabrik PIM sempat terendam banjir dan baru kembali beroperasi dalam beberapa hari terakhir. Produksi kini sudah mulai normal kembali, ditambah akses jalan lintasan Kota Blang Bintang juga sudah dapat dilalui.

Baca Juga:  Pemko Banda Aceh Gelar Kegiatan Cinta Lingkungan, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Armada pengangkut pupuk sudah kembali beroperasi untuk memasok kebutuhan Aceh Besar,” katanya.

Bupati Aceh Besar berharap ketersediaan pupuk yang kembali normal dapat mendukung musim tanam dan menjaga hasil panen petani agar tetap optimal.

“Kita berharap hasil panen masyarakat tahun ini tetap baik dan Aceh Besar dapat terus menjadi daerah surplus pangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, mengungkapkan bahwa stok pupuk saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama satu minggu ke depan, sembari terus dilakukan penambahan pasokan.

Menurutnya, Gudang Pupuk Indonesia di Blang Bintang tersebut melayani distribusi pupuk untuk beberapa daerah, dengan fokus utama pada Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya.

“Gudang ini memfasilitasi dua kabupaten terbesar, yakni Aceh Besar dan Aceh Jaya. Saat ini stok yang tersedia sekitar 1.000 hingga 1.300 ton, terdiri dari 300 ton pupuk urea dan sisanya pupuk NPK,” kata Ihsan.

Ia menjelaskan, pasca banjir, distribusi pupuk sempat terkendala akibat putusnya jembatan di kawasan Kuta Blang. Kondisi tersebut membuat Pupuk Indonesia untuk pertama kalinya menggunakan jalur laut sebagai alternatif distribusi.

“Distribusi dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh-Aceh Utara menuju Pelabuhan Malahayati Krueng Raya-Aceh Besar.

Saat ini jembatan Kuta Blang sudah dapat dilalui kembali, namun dengan kapasitas terbatas sekitar 30 ton, sehingga distribusi dilakukan secara bertahap agar kebutuhan petani tetap terpenuhi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ihsan menyebutkan, Aceh Besar saat ini telah memasuki masa tanam, sehingga ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat krusial.

“Kami berharap distribusi yang kembali berjalan normal dapat mencegah terjadinya gagal panen dan petani bisa memaksimalkan musim tanam tahun ini,” pungkasnya.(**)

Share :

Baca Juga

Aceh

Mualem kunjungi korban pengeroyokan Warga Aceh di Polda Metro Jaya Kapolri harus memberi atensi khusus

News

Pemerintah Aceh Raih UHC Awards 2026

News

Polemik Bantuan Bencana Bireuen, Wakil Ketua DPR Aceh Minta Semua Pihak Akhiri Kegaduhan

Aceh

Kadis SI Aceh Gerak Cepat! Rencanakan Kunjungan ke Lokasi Banjir Aceh Utara & Tamiang, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran!

News

Ketua TP PKK Aceh Tinjau Pembersihan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang, Siswa SLB Pembina Ditargetkan Masuk Sekolah 19 Januari

Aceh

Kak Na Ajak Masyarakat terus Mempererat Silaturrahmi Sambut Idul Fitri

Aceh

Plt Kadisdik Aceh Tunjuk Irma Suryani Sebagai Plt Kacabdisdik Abdya, Harapan Baru untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Aceh

Mursyidah, Pengurus IGI Aceh, Pimpin Program Trauma Healing untuk Anak-Anak Terdampak Bencana